Pages

Senin, 07 Februari 2011

Renungan Lir - illir....!!


Lir... ilirrrrr....2x
tandure wong sumilir tak...
ijo royo-royo tak senggoh temanten anyar...
Kanjeng sunan ampel seakan² baru hari ini bertutur kepada kita tentang kita tentang segala sesuatu yang kita mengalaminya sendiri, namun tidak kunujng sanggup kita mengerti. sejak lima Abad silam syair itu ia telah lantunkan dan tidak ada jaminan bahwa sekarang kita sudah paham..padahal kata² beliau itu mengeja kehidupan kita diri sendiri.
Alfa, Beta, alif, bak, tak. kebingunngan sejarah kita dari hari kehari, sejarah tentang sebuah negeri
yang puncak kerusakannya terletak pada ketidak kesanggupan para penghuninya untuk mengakui betapa kerusakan sudah sedemikian tidak terperih. menggeliatlah dari matimu tutur sang sunnan.siumanlah dari pinsang berpuluh² tahun bankitlah dari nyeyak tidur panjangmu sungguh negri ini adalah penggalan surga, surga seakan-akan pernah bocor dan mencipratkan kekayaan dan keindahanya dan cipratan keindahannya itu bernama indonesia Raya. Kau bisa tanam benih kesejahteraan apa saja diatas kesuburan tanahnya yang tidk terkirakan. Tidak mungkin kau temukan mahluk tuhanmu kelaparan ditengah hijau bumi dikepulauan
yang bergandeng gandeng mesra, ini bahkan bisa engkau selenggarakan dan raya pengantin² pembangunan lebih dari yang bisa dicapai oleh negri² lain yang  manapun tapi memang kita telah tidak mensykuri rahmat sepenggal surga ini kita telah memboroskan anugrah tuhn ini melalui cocok tanam ketidak adilan
dan panen panen kerakusan.
 
cah.... angoooooonn,... 2x
penek..no blimbing kuwi...
lunyu-lunyu penekno
kanggo basoh dodo tiro
Kanjeng sunnan tidak memilih.. figur misalnya para pejabat keraton jg bukan intlektual², ulama'² seniman², sastrawan²,atau apapun tetapi cah Angon ... cah angon, Beliau jg menuturkan  penekne blimbing kuwi.. bukan penekno pelem kuwi... bukan penekno sawo kuwi, bukan penekno buah yang lain. Tapi blimbing berkikir lima, terserah apa tafsirmu mengenai kirkir lima.. yang jelas harus ada yang memanjat pohon yang licin itu lunyu-lunyu penekno  agar blimbing bisa capai bersama-sama dan yang hrs memanjat bocah angon
anak gembala, tentusaja ia boleh seorang doktor,seorang seniman, seorang kiyai,blh seorang jendral atau siapapun namun ia harus memiliki daya angon, daya menggembalakan kesanggupan untuk ngemong semua fihak karakter untuk rangkul dan memasrahkan.. siapa saja sesama saudara sebangsa. Determinasi utk menciptakan kedamaian bersama memancarkasih sayangnya. Yang dibutuhkan dan yang diterima oleh semua warna semua golongan semua kecenderungan bocah angon adalah seorang pemimpin nasional bukan tokoh golongan atau pemuka suatu gerombolan, selicin apapun pohon² tinggi reformasi ini sang bocah angon harus memanjat harus dipanjat selamat memperoleh buahnya bukan ditebang di robohkan atau di berebutkan..
dan air sari pati blimbing lima kikir itu diperlukan oleh bangsa ini untuk mencuci pakaian nasional
pakaian adalah Akhlaq, pakaian adalah sesuatu yang menjadikan manusia bukan binatang
kalau engkau tidak percaya berdirilah engkau didepan pasar dan copotlah pakaianmu maka engkau kelingan segala macam harkatmu sebagia manusia, pakaianlah yang membuat manusia bernama manusia. pakaian adalah pegangan nilai landasan moral dan sistem nilai sistem itulah yang harus kita cuci dengan pedoman lima

dodo tiro.... 2x
kumitir bedahe pinngir
dondomono jlumatono kanggo sebo mengko soreeeee..
mumpung padang rembulane...
mumpung jembar kalangane
 yo suuuraaaaaooooo
suraaaaaa iyooooooo

satu tembang tidak selesai di tafsirkan denganseribu jilid buku
satu lantunan syair tidak selesai ditafsirkan dengan wktu seribu bulan dan seribu orang malakunnya...
aku ingin menjakmu berkililing untuk memandang warna warni bermacam² dengan membiarkan meraka dengan  warnya masing² agar kita mengerti dengan hati dan ketulusan kita apa muatan kalbu mereka
mengenai Lir ilir
mengenai ijo royo-royo
mengenai temanten anyar
mengenai bocah angon dan blimbing
mengenai mbasuh dodo tiro
mengenai kumitir bedaheng pinggir

dan ini semua mengajarkan semua tentang untuk mendengarkan
dan tanpa larang mau jadi ini mau jadi itu..
yang penting kita sepakat..
dan kita kan menyumbangkan yang terbaik...
bukan yang di sini maupun disana
dan bukan yang ini maupun yang itu.
by : Somo Wardoyo

Minggu, 06 Februari 2011

Selamat Berjuang Sahabatku



Meskipun sebagian pilihan yang harus kita ambil sulit, kita mesti terus percaya pada diri sendiri kemampuan sendiri. Tidak ada lembar jawaban untuk ujian kehidupan. Kita harus menyelesaikan setiap masalah yang muncul dalam perjalanan hidup kita. Belajar dari keberhasilan dan kegagalan yang pernah kita alami, itu bisa menjadikan kita orang yang lebih utuh.

Kita gagal total hanya kalau kita tidak pernah belajar dari pengalaman. Jadi, tidak perlu takut membuat keputusan dan mengambil resiko. Sisihkan waktu untuk merenungkan dan merencanakan sesuatu sebelum bertindak. Sebagian besar pilihan hidup kita didasarkan pada rasa peduli pada orang lain dan diri sendiri.

Memiliki respek yang baik untuk kita dan orang lain akan menjadi kekuatan dalam hidup kita. Dalam diri kita ada sesuatu yang layak dibagi dengan orang lain. Kita harus terus berfikir terbuka, jangan berhenti belajar, sambil belajar siapa tahu menemukan bakat dan minat baru yang sudah siap untuk bersemi.
by : Somo Waedoyo

Sabtu, 05 Februari 2011

Manfaatkan waktu di dalam hidup dengan sebaik mungkin,

 
Manfaatkan waktu, didalam hidupmu sebaik mungkin, Karena waktu yang diberkan kepadamu tidak akan perna terulang kembali dalam hidupmu.
Mari belajar memahami betapa pentingnya menjalani hidup dengan sepenuh hati dan menghayati setiap detik kehidupan kita, karena hanya saat inilah kita diberi kekuatan. Hal ini juga harus dilandasi oleh kesadaran bahwa kita tak punya daya apa pun untuk mempengaruhi masa lalu maupun hari esok. Masa lalu sudah lewat dan kini sudah jauh kita tinggalkan. Apa pun yang telah terjadi sama sekali tak mungkin kita ubah. Kesedihan atau kesenangan apa pun yang pernah terjadi di masa lalu, kini abadi ditelan sang waktu. Memikirkan masa lalu, terutama hal yang kita sesali, hanya akan merusak kebahagiaan yang kita miliki pada saat ini. Tiap kali kita dirundung penyesalan masa lalu, ingatlah bahwa kita tak sedikit pun memiliki daya kekuatan untuk mengubah semua kisah masa lalu.

Namun bukankah kita juga tak berdaya untuk menentukan masa depan? Apalagi hari esok memang belum terjadi. Aneh, bahkan sekarang pun kita tak kuasa berbuat apa-apa untuk mempengaruhi hari esok. Coba anda pikirkan betapa banyak waktu yang terbuang sia-sia karena kita mencemaskan esok hari. Akankan saya jatuh sakit besok? Akankah keburukan menimpa orang-orang yang kita sayangi? Akankah anak saya sukses? Kecemasan masa depan memiliki suatu kekuatan yang nyata, yaitu merongrong kebahagiaan Kita. Ingatlah, kekhawatiran tak akan pernah bisa menghapus nestapa, tetapi dia pasti mencuri kebahagiaan kita hari ini.
 
Memang, perbuatan kita pada hari ini bisa mempngaruhi masa depan. Namun yang bisa kita lakukan sekarang hanya menjalani hari ini dengan penuh kesungguhan dan dengan segala kesadaran bertekad akan menyambut esok hari dengan segenap energi seperti yang kita curahkan pada hari dan detik ini, karena waktu tak akan pernah terulang lagi.Semoga bermanfaat

Jumat, 04 Februari 2011

Belajarlah dari Sayur dan Buah….

Belajarlah dari Sayur dan Buah….

 



1. Jadilah JAGUNG, jangan Jambu Monyet(lo)….Jagung membungkus  Rapi dan Aman bijinya yang banyak, tapi Jambu Monyet(lo) memamerkan bijinya yang cuma satu-satunya pada siapa saja.
   Artinya : JANGAN SUKA PAMER

2. Jadilah DUREN, jangan Kedondong….Duren, walaupun luarnya nampak Keras penuh Duri yang tajam, tapi dalamnya Lembut dan manis. Kedondong, luarnya jelas halus tanpa Duri, tapi Rasanya Asem, biji didalamnya berduri pula.
 Artinya : JANGAN MENILAI SESEORANG HANYA DARI LUARNYA SAJA. 
               (Don’t Look the Book just from the Cover)

3. Jadilah BENGKOANG….Walaupun hidup didalam tanah yg kotor, tetapi                     Umbinya…..masih tetap putih bersih.
   Artinya : JAGALAH HATI tetap PUTIH walau sekelilingmu HITAM

4. Jadilah BUAH DADA…..Selain bermanfaat bagi Anak, buat Bapaknya juga.
   Artinya: HIDUPMU SENANTIASA BERMANFAAT BAGI BANYAK ORANG.

5. Jangan jadi BUAH ZAKAR….Sudah Jelek, keriput, Sensitif lagi…disentil sedikit bisa keluar Air mata.
   Artinya : JANGAN MUDAH TERSINGGUNG apalagi MENANGISI NASIB

Kamis, 03 Februari 2011

Jangan bias

 
Buang jauh keraguanmu.
Jangan pernah berpikir aku akan berpaling
Karna itu akan membuatmu resah..
Tuanglah anggur putih ketulusan,
Sebagai jamuan penghormatan suci.
Dialtar pengabdian cinta sejati,
meski getir menantimu..
bukankah kita tau..
tak ada keutamaan dalam bercinta,
selain derita yang mesti dimengerti
dan demi kesetiaan…,
ku persembahkan hatiku untukmu
meski Tanya menggelitik hati ini,
salahkah aku jika pergi ‘tuk memiliki…???

Selasa, 01 Februari 2011

Kena T i l a n g

Pernah ditilang pasti menyisakan kejengkelan apalagi kita merasa tidak salah , tidak melanggar rambu-rambu eh malah distop dan Pritttt surat tilangpun keluar,
Hal ini sering terjadi bila ada razia-razia terutama bagi kendaraan roda dua , salah satunya adalah razia helm , padahal sosialisasi penggunaan helm yang standar dan kelengkapan keamanan dan keselamatan lainnnya seperti jaket, sepatu kerap dilakukan namun kenyataan dijalanan ternyata tidak semua pengendara patuh padahal semuanya itu untuk keselamatan pengendara dan penumpangnya.
Pengendara motor yang ditilang umumnya karena hanya pengendara yang menggunakan helm sedangkan yang diboncengnya sama sekali tidak mempergunakan helm , ada juga yang menggunakan helm tapi tidak yang standar keamanan dan keselamatan istilahnya hanya helm cetok atau helm proyek yang hanya sekedar nutupi kepala .
Sadar atau tidaknya standard keamanan dan keselamatan kerap diabaikan ,berbagai alasan dikemukan alasan ribet ,panas, jarak tempuhnya dekat dan lainnya padahal namanya musibah bisa datang kapan saja tidak melihat jauh tidaknya jarak perjalanan.
Sosialisasi pengunanan helm sepertinya hanyalah sebatas iklan belaka , tinggal kesadaran para pengendara saja yang perlu ditingkatkan Polisi merazia dan menilang itu adalah tindakan yang sudah benar demi kebaikan pengendara motor juga.
Polisi merazia helm dan menghentikan motor, “Priiit Anda ditilang karena tidak mempergunakan helm sewaktu naik motor ” itu kejadian yang sudah biasa , tapi kalau kejadiannya seperti ini ” Priiit Pak Polisi saya tilang, karena Pak Polisi pakai helm nggak bawa motor ” ini baru luar biasa.

B e d e b a h

Bedebah, Aku bukan monster,
Dan bukan kail untuk memancing botol minuman,
Dan bukan pencentak uang,
Aku hnylah generasi tua tergagap-gagap, sembunyikan nyeri,
Sedikit saja, cuma segelintir diri, yang ingin mententramkan batinnya.
Hati miris melihat anak-anak muda terlahir cacat: sumbing nuraninya, lumpuh benaknya, buntung kejujurannya.
Sementara jiwa kita pun belum tentu selamat.
Kita, manusia rapuh, kadung lahir di kalatidha,

Aku menerima untuk berdiri di sini, di ambang pintu.
Siap untuk menerima aba-aba dari pengasa,
Yang mempunyai ilmu pengetahuan setengah matang,
Mempunyai kreativitas yang terbiasa makan larangan.
Sejarah tinggal inspirasi, yang kita hadapi makin bikin pucat pasi.
Kali ini tak ada contekan atau solusi .

Yang bisa dipegang tinggal kitab suci dan nurani,
itu pun bila belum tercemar nanah dan tinja peradaban ini.
Yang baik itu, yang Tuhan mau.
Dalam gamang aku menerka,
Peluh bercucuran makin deraspun tiada guna,
Bedebah, orang amanah dituduh berkianat,
Orang laknat yang mengatasnamakan institusi selembar uang recehan dikira hebat,
Hemmmm,.....!!