Pages

Kamis, 20 Januari 2011

S e s a l


Rintihan sukma
Datang dari alam maya
Meski berawal dari kreasi yang nyata
Tetapi penyesalan seluas cakrawala
Meski kau ingin segera sampai di ujungnya
Tak akan bisa, kecuali cahaya menuntunmu ke sana
Kau hirup racun dalam kesadaran yang dalam
Kau racik noda dalam hasrat yang memabukkan
Ketika ribuan ular berbisa mulai mengerubutimu
Kau nikmati gigitannya layaknya sedang penetrasi
Berkelindan dalam persetubuhan yang terlarang
Kau terbelalak puas dalam lenguhan panjang
Kau tertawa girang, seperti serdadu menang perang
Kau terpuruk bersama pekatnya malam
Segurat wajah menatap kosong dalam bayangan hitam
Terselubung samar dalam jubah panjang terbentang
Suaranya menggemuruh lantang
Kau menjerit menahan sakit bukan kepalang
Setiap ucapannya seperti sebilah pedang
Menghujam jantung dan kau terus meradang
Rintihan sukma
Telah menghasilkan petualangan yang panjang
Kau telusuri jalanan penuh duri
Kau kebiri setiap celah menjadi benda mati
Namun tak jua kau temukan apa yang kau cari
Penyesalan seperti lautan tak bertepi
Hanya biduk yang bisa membawamu pergi
by : Somo Wardoyo

H e b a t Kau .... !!


Masalah Gayus Tambunan, tersangka mafia pajak, mendapat perhatian yang luar biasa besar dari seluruh masyarakat Indonesia. Mungkin tidak seorang Indonesia pun yang tak kenal Gayus, termasuk anak-anak TK.
Presiden SBY saja, orang nomor satu di Indonesia masih kalah popular dibanding Gayus. Hasil survay folling Gayus ada 4.970.000 hasil, sementara SBY hanya 1.930 hasil, Bukan itu saja Gayus juga mengalahkan popularitas Presidsen AS Barrack Obana yang hanya 35.600 hasil. Mungkin saat ini Gayus adalah orag terpupuler di dunia,

Carut Marut

 
Carut Marutnya hukum di negeri kita. Rakyat tak menemukan titik terang mengenai kasus-kasus pelanggaran hukum. Hukum bagaikan komoditas yang diperjual belikan. Kasus century, joki nara pidana (napi), seorang kepala daerah yang dilantik secara bersamaan menjadi terdakwa kasus korupsi dana APBD, kasus gayus dan berbagai kasus lainnya masih meninggalkan segudang misteri.....!!
by : Somo Wardoyo

Selasa, 18 Januari 2011

Presiden, Negeriku rapuh di tanganmu



Jangan  harap SBY    semakin Memperkokoh Negara
Alih alih  bahkan semakin membuat Rapuh Negara
Kebohongan menjadi  Hal yang biasa
Sumpah Jabatan Bupati yang dilantik Gubernur sumpah palsu
Buktinya  separuh Bupati jadi Tersangka Korupsi
Gubernur yang dilantik Mendagri atas nama Presiden  sumpah palsu
Buktinya separuh Gubernur  jadi Tersangka Korupsi
Ketua KPK nya malah dijadikan Terpidana
Kejaksaan Agung Pernah Illegal
Jenderal Jenderal Polisi banyak yang terima suap
Anggota DPR tersandra kasus suap
Perusahaan perusahaan Besar banyak yang ngemplang Pajak
Hutang Luar Negeri tambah jadi 1650an Trilyun
Bunga Utang Cicilan Bulanan terus membengkak.
Semua Lini disemua Tingkatan terlibat Korupsi Uang Proyek
Proyek Pembangunan Jalan banyak di Korupsi
Proyek Pembangunan Rumah Sakit,Sekolah,Dana BOS, Uang Bantuan Sosial,Uang Perjalanan Dinas,Pembelian alat alat Peraga  ,Uang Pajak, semuanya lebih banyak di korupsi.
Bukannya Katakan Tidak Pada Korupsi
Tapi Century dibiarkan terkatung katung
Mafia Pajak  ndak kunjung diselesaikan
Berbagai Badan Dibentuk malah tambah membebani Keuangan Negara
Ada Unit Kerja Presiden Pengawasan Pembangunan
Ada penasehat Presiden
Ada  Team Pemberantas Mafia
Ada  Staf Khusus Presiden bidang ini..bidang anu…bidang itu
Ada Staf Khusus Wakil Presiden Bidang ini..bidang anu..bidang itu
Ada Jubir Presiden Bidang ini…bidang itu..bidang anu…
Ada wakil Menteri ini..wakil menteri itu…
Ada Komisi Kejaksaan
Ada Komisi  Kepolisian ..ada Komisi ini..Komisi itu komisi anu..
Itu semua semakin membebani keuangan Negara
Tapi Toh Penganguran semakin menjadi jadi
Kejahatan semakin keras dan sadis
Narkotika semakin sulit di Kontrol
Rumah Ibadah semakin sepi
Mal Mal  semakin Ramai
kartu Kredit semakin laku dan membelit Rakyat
Ikut Ikutan gaya Pemerintah
Yang Penting masih 25 % dari PDB..?
Ndak apa apa Tambah 300san Trilyun
Jika Perlu Tambah Lagi buat bayar Remunerasi
Tambah Lagi Buat Proyek yang akan diKorupsi
Semua Jenis Mobil Silahkan di Impor
Semua Jenis Motor Silahkan di Impor
Jalanan menjadi sesak dan macet
Urusan dibelakang
Biar ada Alasan Bikin Jalan Layang dan jembatan  Layang
Jika Perlu Monoreal
Pencuri cokelat tiga buah divonis Hakim bebal
Kendaraan partai untuk jadi Pejabat dibayar milyaran rupiah
Baliho dan Peraga Mengotori Kota sepanjang Tahun
Presiden Bikin Baliho partai
Gubernur Menteri Ikut ikutan
Bupati  juga setali tiga Uang.
Babu Diperkosa di Negeri negeri Yang jauh
Ekspor Babu terpaksa karena lapangan kerja dalam Negeri tidak cukup tersedia
pengusaha Negara lain enggan Berlabuh
karena Biaya siluman  dan  Alur Birokrasi  yang  berliku dan Korupsi.
Presiden jalan jalan Keluar Negeri Urusan Negara
Gubernur ,Bupati ikut ikutan  bahkan dengan Keluarganya
Milyaran rupiah biaya perjalanan dinas  setiap Tahun kali sekian Bupati dan Gubernur
Diambil dari PBB yang dinaikkan dan semua jenis macam macam pajak.
Jalanan berlubang dimana mana ,rusak sebelum waktunya karena Dikorupsi
Inspektorat Tidak Mempan
BPK tidak mempan
BPKP tidak mempan
KPK Kewalahan
perkara MA Menumpuk puk
Perkara MK semakin menggunung
Rutan dan LP dipenuhi  para Pencoleng dan Bedebah
Tapi sesekali Bisa Keluar diam diam
bahkan pelesiran Keluar Negeri.
Jenderal disogok  dan mau
Petugas LP disogok dan mau
Petugas Imigrasi disogok dan Mau
Polisi di sogok dan mau
Hakim disogok dan Mau
Jaksa disogok dan Mau
Hakim MK diduga disogok dan memeras
Sisa SBY seorang yang Belum Disogok
Atau tidak ada yang berani menyogok
Toh Urusan lebih banyak bukan dengan SBY
Tapi Apalah Artinya SBY Seorang jika dikelilingi para Pencoleng dan Bedebah.
Bukan SBY tak Tegas dan Lugas
Bukan SBY lambat tapi sabar
Hanya saja SBY Suka Rapat  akhirnya Keburu Telat.
Harga Cabe 60ribuan  sekilo
Katanya Karena Anomali  Cuaca
Kalau Premium nanti dinaikkan
Itu Karena Anomali  harga  yang tidak menentu dipasar dunia.
SBY sibuk Pidato dan memberi Pernyataan dengan sisir yang rapi dan pakaian yang mantap
bahkan dengan gerakan tubuh yang percaya diri.
Tapi apa  dinyana yang terjadi
Tokoh Agama teriak itu banyak Bohong
Para Komentator  sibuk bikin analisa
para Pengamat sibuk bikin asumsi
menteri menteri  banyak dapat Rapor Merah
Karena evaluasi  Kuntoro Mangun Subroto
Bukan tidak lulus atau tidak mampu
Tapi belum maksimal dan kurang fokus serta koordinasi
menteri sibuk urusan masing masing
Menteri Koordinator tunggu Petunjuk SBY
Waktu berlalu Tanpa Terasa
Kelopak Mata SBY semakin Menebal
Tanda kurang tidur dan banyak pikiran
Memikirkan Pembantu Yang diperkosa dimana mana bahkan bunuh diri dan dihukum mati
Memikirkan Yokjakarta yang hanya mau diangkat Gubernurnya
memikirkan Gunung Merapi yang tak mau bersahabat dan gunung gunung lain.
memikirkan Nelayan yang tak mau  mencari Ikan karena ombak yang menggunung
memikirkan Ibu Kota yang sumpek banjir dan macet
memikirkan Demokrat yang terancam Padi Menguning
Memikirkan Lagu ciptaan Baru
Memikirkan Penganguran yang kian membengkak
Memikirkan Kemiskinan yang tak  kurang kurang
memikirkan Pertumbuhan Penduduk yang tidak terkendali
Memikirkan Beras yang semakin menipis
Memikirkan Kebutuhan Pokok yang semakin membumbung harganya
Memikirkan Century yang menjadi olok olokan Pengamat dan lawan Politik
Memikirkan Media yang tak bisa dikontrol
Memikirkan Demo yang semakin brutal dan merunyak
memikirkan PSSI  dan  LPI  serta LSI
Memikirkan Besannya yang difonis KPK
Memikirkan menteri menteri yang digadang gadang untuk diganti
Memikirkan Menkes yang kena Kangker Paru paru
memikirkan dirinya yang semakin beruban dan kurang Tidur
memikirkan  Ruhut Sitompul yang tak tumpul tumpul bicara
Memikirkan anaknya  untuk masa depan
Memikirkan menambah Utang atau mencicil bunga saja
Memikirkan orang orang yang tidakmempercayainya lagi.
Memikirkan hasil Poling Kompas  yg menyodok dantak disangka sangka
memikirkan Popularitas pemerintahan yang semakin terpuruk
memikirkan Keterpurukan Hukum dan  Penegakannya
Memikirkan Gubernur Yang Korupsi
Memikirkan Bupati Yang korupsi
Memikirkan Abu Rizal Bakrie
Memikirkan Mafia Hukum
Memikirkan Mafia Tanah
Memikirkan mafia Proyek
Memikirkan mafia Ekonomi
Memikirkan asset yang semakin dikuasai Orang Asing
Memikirkan perusahaan Tbk  Negara yang Nyaris  tergadai semua ke Pihak Asing
Memikirkan Banjir, DPR,MK dan Tentara
memikirkan Pemakzulan dan HMP
Memikirkan Tuhan ,
Memikirkan isterinya dan cucunya
Memikirkan APBN
Memikirkan Hubungan dengan AS,Jepang dan China serta Eropa ,Australia ,Malaysia  dan  Negara negara lain
Pendeknya SBY terlalu banyak berpikir…
Sehingga   bertindaknya …………. tidak lebih cepat dibanding Presiden presiden sebelumnya.
Negara  seperti Kehilangan Pemiliknya
Semua Orang  bebas melakukan apa saja asal punya Uang
Seperti Mengencingi Spanduk SBY ” Katakan Tidak Pada Korupsi “
jargon SBY tersebut ibarat ditaruh dipinggir jalan
Sudah lama dikencingi para Bupati,Gubernur,Jenderal,Pejabat Eselon ,Anggota DPR   yang setuju dengan kalimat ” Lanjutkan korupsi” .
Sekarang satu satunya Jalan SBY mesti menggunakan Hukum yang Keras  sekalipun nantinya itu akan mengenai Keluarganya ,Demokratnya  dan siapapun Juga .
Jika Tidak begitu kita sisa Menunggu saja Ambruknya Negara Ini.
Tidak Perlu lama  ………………………… ataupun rapat berulang ulang.

P e r o b a h a n



Revolusi pasti berakar dari telah terjadinya : Penindasan, Ketidakadilan & Kebohongan Penguasa.dan hal itu bisa terjadi di Negara manapun di Dunia ini.

Revolusi (lawan kata dari Evolusi = Perubahan Lambat) walau bermakna Perubahan Cepat, tapi tidak selalu berarti bisa terjadi dalam waktu singkat.

Kemerdekaan & terbentuknya Negara RI pada 17-8-1945 juga melalui proses panjang, yg antara lain didahului oleh Kebangkitan Bangsa 1908 & Sumpah Pemuda 1928.

Kejatuhan Rezim Diktator Suharto pada 1998 juga melalui proses panjang yg antara lain dimulai peristiwa Malari 1974. Walau disebut sbg Reformasi, tapi tujuan bersatunya seluruh elemen masyarakat yg mencapai puncaknya pada 1998 waktu itu adalah agar terjadi Perubahan Cepat .

Dengan gagalnya Reformasi, maka saat ini Bangsa & Negara Indonesia sedang menuju Revolusi tahap ke 3 yg telah dimulai dg "Gerakan Cabut Mandat" yg dilakukan oleh InDEMO (yg juga dipimpin oleh Hariman Siregar) pada awal 2007.

Revolusi yg semakin gencar disuarakan dimana - mana di Republik ini akan terus bergema sampai terjadinya : Perubahan.

Jadi, apabila ada yg tidak setuju terhadap terjadinya Revolusi : berarti tidak menginginkan terjadinya Perubahan demi mewujudkan Cita - cita Proklamasi yaitu menjadi Bangsa Indonesia yg Merdesa (Merdesa = hidup : layak, patut & beradab). Trm ksh

Salam Revolusi !
By : Somowardoyo

ADUH DADAKU NYERI

 
Aduh rasa nyeri didalam dadaku, engkau adalah tikaman hunjaman sayatan ke dalam dadaku yang tak henti dengan segala tatap yang memporakan segala rahasia hidupku yang kau asingkan ke dunia demikian asing dan penuh goda hingga terasa sia-sia segala usia di mana tak kutemukan engkau dalam nadi jiwaku selain denting denting yang timbul tenggelam dari masa lalu dalam hilap dan alpa yang menggunting gunting ingatan hingga compang camping hidupku dengan segala khianat perselingkuhan pada kesejatian cintamu dengan goda sihir dunia yang dihembus sebagai silir angin nafsu birahi pada kelamin yang menegang dan mata yang membelalak terpukau pada selain engkau yang jauh dalam kenanganku di mana engkau aku mencarimu dengan segala luka dalam jiwaku merindu dirimu dengan tangan menggapai - gapai ingin jumpa dirimu dalam sekarat mautku dalam derita kesepian bikin nyeri menjadi-jadi dalam dada sendiri demikian lebur dalam amuk sajak tak henti ingin menemu akhir dan mula kata - kata

Menipu Diri

 
Sebagai adam yang terusir dari negeri jauh itu akupun menangis dan memohon ampun atas penzaliman diri sendiri sebagai Nuh yang menangis mendoa di hujan deras meminta ampunan bagi anaknya yang durhaka sebagai Yunus yang lari dari kaumnya di perut ikan nun sebagai Ibrahim yang berdoa meminta ampunan bagi bapak pembuat berhala aku berdoa sebagai orang-orang yang telah menzalimi diri sendiri di usia sia-sia tak henti menerima kekalahan diri sendiri dari goda dari angan mimpi yang dikejar sebagai bayang tiada habis ke ujung cakrawala gairah yang menyala sambil mencoba menipu diri sendiri menipu tatapmu berulangkali dengan khianat tapi engkau demikian tajam menatap tak aku sanggup sembunyi bahkan dari diri sendiri yang menyeru agar aku berhenti menzalimi diri sendiri di lintasan waktu yang membuat dada cintaku pecah berhamburan peristiwa-peristiwa kegilaan pikiran memuncak puncak ke cakrawala otakku hingga burai segala isi sebagai pecahan-pecahan kaca kepingan wajahmu terbanting ke lantai kasar jiwaku yang gelap rindu cahaya cintamu rindu cahaya ampunmu rindu cahaya kasih sayangmu selalu.